Pada awalnya mariner AS merekrut orang dari suku Indian Navajo
sebagai relawan untuk memecahkan kode tentara jepang sekaligus sebagai taktik
perang melawan jepang. Jadi, orang-orang Navajo ini ditugaskan untuk member kode
ke markas agar dapat memberikan koordinat yang tepat untuk menyerang tentara
jepang dengan rudal-rudal jarak jauh.
Dalam film ini banyak sekali yang dapat kita jadikan
motivasi dalam hidup kita. Bagaimana seorang sersan Enders (N. cage) rela
mengorbankan dirinya demi teman-temannya. Dia tidak ingin kejadian di pulau
Solomon Terjadi lagi Di pulau Saipan. Enders telah banyak kehilangan
prajurit-prajuritnya saat bertempur di pulau Solomon.
Pada awal penyerangan ke Pulai Saipan, Enders begitu emosi
menembaki para tentara jepang, ini dikarenakan Enders masih terbayang-bayang
kematian prajurit-prajuritnya di Solomon. Dia ingin membalas dendam. Akhirnya lama
kelamaan Enders pun sadar bahwa apa yang dilakukannya itu tidak benar dan tidak
akan membuat teman-temannya kembali.
Dalam serangan-serang AS ke Jepang Peran Code Talkers sangat strategis.
Strategi ini sangat tepat digunakan AS untuk menghancurkan benteng-benteng yang
bibuat oleh Jepang.
Dalam film ini diajarkan bahwa keharmonisasian dalam tim
itu sangat perlu dan harus tetap dijaga. Apabila salah seorang egois. Dan melakukan
sesuatu dengan gegabah dan tidak berfikir panjang. Maka itu akan merugikan diri
sendiri dan tim nya. Selain itu, dalam berperang pasti banyak resiko yang harus
diterima, begitupun dengan hidup. Sekali kita memilih, kita harus menerima
resikonya. Seperti para prajurit dalam film ini. Mereka memilih untuk menjadi mariner
dan berperang untuk negaranya. Mereka harus meninggalkan keluarga sampai waktu
yang tidak diketahui. Sampai-sampai mereka rela mati demi Negara dan harus
meninggalkan keluarganya. Itulah pilihan mereka.
Selain itu, film ini mengajarkan bagaimana kita harus
berani mengambil keputusan untuk kebaikan bersama. Awalnya, saat Enders
terdesak dan hanya ada beberapa prajurit yang bersamanya menyerang jepang di Pulau
Solomon. Prajurit-prajurit yang lain berbicara kepada Enders agar mundur saja.
Namun, karena Enders merasa ini adalah perintah. Dia tidak menggubrisnya. Mereka
tetap bertahan diposisi itu dan akhirnya satu per satu prajurit itu tewas dan
hanya menyisakan Enders saja. Seandainya dia mau mendengar apa yang dikatakan
prajurit itu, banyak nyawa yang bisa diselamatkan. Mereka juga bisa menyusun
strategi lagi untuk menyerang Jepang.
Disaat terakhir, saat-saat seperti apa yang terjadi di
Solomon pun terulang. Namun, dengan pengalaman yang pernah dialaminya di. Dia
tidak mau ada prajuritnya yang tewas lagi. Kemudian, dengan berani Enders maju
untuk mengambil radio. Radio ini sangat penting, karena dengan radio ini dia
dapat memberikan kode kepada markas untuk meminta bantuan serangan udara.
Akhirnya dengan jeripayah nya Enders pun mampu mendapatkan radio tersebut dan
menolong temannya yang tertembak. Temennya pun selamat. Namun, Enders tertembak
dibagian dadanya dan harus tewas dalam pertempuran tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar