Senin, 15 Oktober 2012

Review PO 5 "Film Windtalkers"

Windtaklkers adalah  Sebuah yang berlatar belakang perang dunia ke 2 antara AS dengan Jepang yang menceritakan tentang strategi berperang, yaitu menggunakan kode-kode dengan bahasa khusus  yang tidak diketahui oleh musuh.


Pada awalnya mariner AS merekrut orang dari suku Indian Navajo sebagai relawan untuk memecahkan kode tentara jepang sekaligus sebagai taktik perang melawan jepang. Jadi, orang-orang Navajo ini ditugaskan untuk member kode ke markas agar dapat memberikan koordinat yang tepat untuk menyerang tentara jepang dengan rudal-rudal jarak jauh.

Dalam film ini banyak sekali yang dapat kita jadikan motivasi dalam hidup kita. Bagaimana seorang sersan Enders (N. cage) rela mengorbankan dirinya demi teman-temannya. Dia tidak ingin kejadian di pulau Solomon Terjadi lagi Di pulau Saipan. Enders telah banyak kehilangan prajurit-prajuritnya saat bertempur di pulau Solomon.

Pada awal penyerangan ke Pulai Saipan, Enders begitu emosi menembaki para tentara jepang, ini dikarenakan Enders masih terbayang-bayang kematian prajurit-prajuritnya di Solomon. Dia ingin membalas dendam. Akhirnya lama kelamaan Enders pun sadar bahwa apa yang dilakukannya itu tidak benar dan tidak akan membuat teman-temannya kembali.
Dalam serangan-serang AS  ke Jepang Peran Code Talkers sangat strategis. Strategi ini sangat tepat digunakan AS untuk menghancurkan benteng-benteng yang bibuat oleh Jepang.

Dalam film ini diajarkan bahwa keharmonisasian dalam tim itu sangat perlu dan harus tetap dijaga. Apabila salah seorang egois. Dan melakukan sesuatu dengan gegabah dan tidak berfikir panjang. Maka itu akan merugikan diri sendiri dan tim nya. Selain itu, dalam berperang pasti banyak resiko yang harus diterima, begitupun dengan hidup. Sekali kita memilih, kita harus menerima resikonya. Seperti para prajurit dalam film ini. Mereka memilih untuk menjadi mariner dan berperang untuk negaranya. Mereka harus meninggalkan keluarga sampai waktu yang tidak diketahui. Sampai-sampai mereka rela mati demi Negara dan harus meninggalkan keluarganya. Itulah pilihan mereka.

Selain itu, film ini mengajarkan bagaimana kita harus berani mengambil keputusan untuk kebaikan bersama. Awalnya, saat Enders terdesak dan hanya ada beberapa prajurit yang bersamanya menyerang jepang di Pulau Solomon. Prajurit-prajurit yang lain berbicara kepada Enders agar mundur saja. Namun, karena Enders merasa ini adalah perintah. Dia tidak menggubrisnya. Mereka tetap bertahan diposisi itu dan akhirnya satu per satu prajurit itu tewas dan hanya menyisakan Enders saja. Seandainya dia mau mendengar apa yang dikatakan prajurit itu, banyak nyawa yang bisa diselamatkan. Mereka juga bisa menyusun strategi lagi untuk menyerang Jepang. 

Disaat terakhir, saat-saat seperti apa yang terjadi di Solomon pun terulang. Namun, dengan pengalaman yang pernah dialaminya di. Dia tidak mau ada prajuritnya yang tewas lagi. Kemudian, dengan berani Enders maju untuk mengambil radio. Radio ini sangat penting, karena dengan radio ini dia dapat memberikan kode kepada markas untuk meminta bantuan serangan udara. Akhirnya dengan jeripayah nya Enders pun mampu mendapatkan radio tersebut dan menolong temannya yang tertembak. Temennya pun selamat. Namun, Enders tertembak dibagian dadanya dan harus tewas dalam pertempuran tersebut.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar