Senin, 01 Oktober 2012

Review PO 3 "Individual &Sikap"

Dasar-dasar Individual


Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat di pisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.
Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.

1.       Kemampuan
Kita semua tidak diciptakan setara. banyak perbedaan antara satu individu dengan individu yang lain. sebagai contoh, kemungkinan anda tidak dapat bermain sepak bola sebaik lionel messi , menulis sebaik J.K Rowling, atau bermain gitar sebaik Dewa Bujana. Hanya karena setiap manusia memiliki kemampuan yang sama tidak berarti mereka dianggap lebih rendah dari yang lain. Setiap individu memiliki kekuatan dan kelemahan  dalam kemampuan yang membuatnya relatif lebih unggul atau kurang unggul di banding individu lain dalam melakukan tugas atau aktivitas tertentu. namun, dari sudut pandang manajemen, isunya adalah bagaimana setiap individu bisa memiliki kemampuan yang berbeda dan memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk meningkatkan kemungkinan seseorang belakukan aktivitas yang lebih baik. Kemampuan seorang individu pada dasarnya terdiri dari dua kelompok faktor, yaitu: faktor intelektual dan faktor fisik:
  • Kemampuan Intelektual adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas mental-berfikir, menalar, dan memecahkan masalah. Individu dalam sebagian besar masyarakat menempatkan kecedasan intelektual pada nilai yang tiggi. tujuh dimensi yang paling sering disebutkan yang membentuk kemampuan intelektual adalah kecerdasan angka, kecerdasan verbal, kecepatan persepsi, penalaran induktif, penalaran deduktif, visualisasi spasial dan daya ingat. Selama satu dekade terakhir, para peneliti  telah mulai memperluas arti kecerdasan melampauwi kemanpuan mental. sejumlah penelti yakin bahwa kecerdasan dapat dipahami secara lebih baik dengan membaginya ke dalam empat subbagian: kognitif, sosial, emosional, dan kultural.

  • Kemampuan Fisik adalah kemampuan tugas-tugas yang menuntut stamina, keterampilan, kekuatan, dan karakteristik serupa. Penelitian terhadap berbagai persyaratan yang dibutuhkan dalam ratusan pekerjaan telah mengidentifikasi sembilan kemampuan dasar yang tercakup dalam kinerja dari tugas-tugas fisik. Adapun 9 (sembilan) kemampuan fisik dasar tersebut sebagai berikut :
1.    Faktor-faktor kekuatan yaitu :
a.   Kekuatan dinamis
Kemampuan untuk menggunakan otot secara berulang-ulang/sinambungsepanjang suatu kurun waktu
b.   Kekuatan tubuh
Kemampuan menggunakan kekuatan otot dengan menggunakan otot-otot tubuh (terutama perut)
c.   Kekuatan statis
Kemampuan menggunakan kekuatan terhadap obyek luar
d.   Kekuatan
Kemampuan menghabiskan suatu maksimum energi eksplosif dalam satu/sederetan tindakan eksplosif
2.    Faktor-faktor keluwesan yaitu :
a.   Keluwesan extent
Kemampuan menggerakkan otot tubuh dan meregang punggung sejauh mungkin
b.   Keluwesan dinamis
Kemampuan melakukan gerakan cepat
3.    Faktor-faktor lain yaitu :
a.   Koordinasi tubuh
Kemampuan mengkoordinasikan tindakan-tindakan serentak dari bagian-bagian tubuh yang berlainan
b.   Keseimbangan
Kemampuan mempertahankan keseimbangan meski ada kekuatan yang mengganggu keseimbangan
c.   Stamina
Kemampuan melanjutkan upaya maksimal yang menuntut upaya yang diperpanjang sepanjang suatu kurun waktu
Di dalam memahami perilaku individu, perlu mengkaji berbagai karakteristik yang melekat pada individu tersebut. Adapun berbagai karakteristik individu yang utama dapat dijelaskan sebagai berikut :

2.      Karakteristik Biografis

·         Usia
Bertambahnya usia memperkecil kemungkinan berhenti dari pekerjaan. Penyebabnya adalah makin kecil pekerjaan alternatif dan tingkat upah atau gaji yang sudah atau lebih tinggi. Bertambahnya usia juga berpengaruh terhadap absensi. Hasil penelitian terdapat tingkat absensi yang dapat dihindari. Selain juga terdapat tingkat absensi yang tidak dapat dihindari, penyebabnya bisa kesehatan juga bisa karena cedera.

·         Jenis Kelamin
Telaah psikologis disebutkan wanita lebih bersedia mematuhi otoritas sementara pria lebih agresif pada pengharapan sukses. Selain itu tidak ada bukti penelitian yang menyatakan jenis kelamin berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Apabila jenis kelamin dihubungkan dengan tingkat keluaran, hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki tingkat keluaran yang tinggi dibandingkan dengan pria. Sementara terdapat penelitian lain yaitu jenis kelamin dihubungkan dengan tingkat keluaran menunjukkan hasi yangl sebaliknya. Sedangkan jenis kelamin dihubungkan dengan absensi, bukti konsisten menunjukkan wanita lebih tinggi tingkat absensinya apabila dibandingkan dengan pria.

·         Status Kawin
Hasil riset yang sangat konsisten menunjukkan hasil bahwa untuk karyawan yang menikah maka dapat dikatakan tingkat absensi dan keluaran organisasi mengalami penurunan sedangkan kepuasan kerjanya cenderung meningkat. Penyebab hal ini disebabkan perkawinan menyebabkan meningkatnya tanggung jawab seseorang. Hal ini pada gilirannya membuat orang yang sudah berkeluarga melihat pekerjaannya lebih bernilai dan penting, dan ikut menentukan bagaimana tingkat kepuasan kerja mereka. Bagaimana dengan status janda atau duda ?

·         Banyaknya Tanggungan
Tidak ada informasi yang cukup mengenai hubungan antara jumlah tanggungan seseorang dengan produktivitas kerjanya. Akan tetapi sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa jumlah anak yang dimiliki oleh pekerja berhubungan erat dengan tingkat absensi dan kepuasan kerjanya.

·         Masa Kerja
Meskipun hubungan senioritas dan produktivitas telah diselidiki secara luas, tidak ada indikasi bahwa pekerja dengan masa kerja yang lebih lama lebih produktif dari pada mereka yang baru bekerja. Akan tetapi diakui oleh para ahli bahwa masa kerja  sebelumnya menjadi peramal yang ampuh terhadap keluarnya karyawan (turnover) di masa depan, artinya semakin lama seseorang bekerja di suatu instansi akan semakin kecil kemungkinan dia untuk keluar dari tempat bekerja. Dapat dikatakan masa kerja  berhubungan negatif dengan turnover dan sekaligus merupakan peramal terbaik bagi turnover. Dikatakan pula masa kerja berhubungan secara positif dengan kepuasan kerja, dalam arti apabila seseorang bekerja dalam waktu yang lama dalam suatu tempat maka dapat dikatakan orang tersebut mengalami kepuasan kerja yang baik.


Sikap adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa. Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu.

1.       Komponen Utama Sikap
Sikap mempunyai tiga komponen utama: kesadaran, perasaan, dan perilaku.
Keyakinan bahwa "Diskriminasi itu salah" merupakan sebuah pernyataan evaluatif. Opini semacam ini adalah komponen kognitif dari sikap yang menentukan tingkatan untuk bagian yang lebih penting dari sebuah sikap -komponen afektifnya. Perasaan adalah segmen emosional atau perasaan dari sebuah sikap dan tercermin dalam pernyataan seperti "Saya tidak menyukai John karena ia mendiskriminasi orang-orang minoritas. Akhirnya, perasaan bisa menimbulkan hasil akhir dari perilaku. Komponen perilaku dari sebuah sikap merujuk pada suatu maksud untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.

2.      Perilaku Mengikuti Sikap
Pada akhir tahun 1960-an, hubungan yang diterima tentang sikap dan perilaku ditentang oleh sebuah tinjauan dari penelitian. Berdasarkan evaluasi sejumlah penelitian yang menyelidiki hubungan sikap-perilaku, peninjau menyimpulkan bahwa sikap tidak berhubungan dengan perilaku atau, paling banyak, hanya berhubungan sedikit. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sikap memprediksi perilaku masa depan secara signifikan dan memperkuat keyakinan semula dari Festinger bahwa hubungan tersebut bisa ditingkatkan dengan memperhitungkan variabel-variabel pengait.

3.      Sikap Kerja Utama
  • Kepuasan kerja
Kepuasan kerja adalah perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristik-karakteristiknya. 
  • Keterlibatan pekerjaan
Keterlibatan pekerjaan adalah tingkat di mana seseorang memihak sebuah pekerjaan, berpartisipasi secara aktif di dalamnya, dan menganggap kinerja penting sebagai bentuk penghargaan diri.
  •  Komitmen organisasional
Komitmen organisasional adalah tingkat di mana seseorang memihak sebuah organisasi serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi itu.  Tiga dimensi terpisah komitmen organisasional adalah:
§  Komitmen Afektif
§  Komitemn Berkelanjutan
§  Komitmen Normatif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar